Sebelumnya, KRI Teluk Cirebon diberitakan kandas saat kembali dari Mukomuko Provinsi Bengkulu ke Jakarta. KRI berjenis Frosch II Class itu berada di Mukomuko pada 11-16 Agustus 2008 dengan misi kemanusiaan.
Saat kembali ke Jakarta dari dermaga , di tengah laut kapal ini diserang ombak yang mencapai ketinggian empat meter dan cuaca buruk.
"Dikarenakan cuaca buruk dan ombak yang mencapai 4 meter, kapal tersebut mengalami kebocoran di bagian tangki air laut depan, kemudian dalam rangka pemeriksaan secara keseluruhan sesuai dengan Standar Operasional Prosedure (SOP) maka kapal tersebut beaching ke Pelabuhan Siging, Lampung Barat," jelas Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul dalam rilisnya yang diterima detikcom.
Kapal ini membawa 174 personel TNI AL. Di Mukomuko, mereka melaksanakan Bhakti Sosial Surya Bhaskara Jaya LVII (SBJ) . Mereka membantu mengobati ratusan masyarakat di sekitar provinsi Bengkulu dan melakukan kegiatan-kegiatan, antara lain operasi Katarak, sunatan massal serta yang terakhir adalah operasi pengangkatan tumor ganas sebesar kepalan tangan yang diidap seorang warga Banda Ratu.
Menurut Iskandar, meski terkena musibah, kondisi kapal dalam keadaan baik. "Seluruh awak dan personel dalam keadaan selamat dan sehat serta diharapkan malam ini kapal tersebut sudah dapat merapat di Jakarta," harap Iskandar. (asy/anw)











































