Ada yang menjadi seorang perempuan modis yang berbicara di telepon, tapi tiba-tiba teleponnya terputus, karena dia merasa teleponnya disadap. Perempuan muda itu mengenakan rok selutut, baju blazer, dan ber-make up.
"Halo, halo, kenapa mati, kamu menyadap telepon saya ya," tuding perempuan itu kepada beberapa lelaki yang mengerubunginya. Semua tahu, perempuan itu memerankan 'Artalyta'.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Oo.. kamu ketauan seorang koruptor, yang juga doyan wanita. Kamu ketauan terima uang suap di tengah malam gelap," begitu nyanyian itu. Dan semua hadirin tahu bahwa pria itu memerankan 'Al Amin'.
Tak urung parodi ini membuat para karyawan KPK yang berada di bawah panggung terpingkal-pingkal dan bertepuk tangan.
Gatot Kaca juga ikut beraksi di atas panggung. Tugasnya adalah memberantas korupsi. Di tengah aksi, Gatot Kaca ini berubah menjadi seorang rapper. "Go KPK, Go KPK, Go!" begitu nyanyian Gatot Kaca bersama karyawan KPK lainnya.
Perlombaan ini adalah serangkaian acara yang diadakan KPK dalam menyemarakkan
HUT Kemerdekaan RI ke-63. Tentu saja masih bertemakan pemberantasan korupsi yang
merupakan semboyan dari KPK.
Atraksi para penyidik KPK adalah tontonan paling riuh. Apalagi kelompok ini adalah pemenang lomba sepakbola. Iringan lagu "Champione...Champione" menggema hingga tim ini turun pentas. (crn/nrl)











































