"Ini tidak bisa kita terima. Aparat harus tegas menyikapinya," kata Agung Laksono usai mengikuti Detik-detik Proklamasi di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Minggu (17/8/2008).
Menurut Agung, peristiwa tersebut merupakan bentuk penghinaan terhadap Indonesia. Apalagi kejadiannya menjelang detik-detik diperingatinya kemerdekaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Abubakar Nataprawira saat dikonfirmasi detikcom akan mengecek insiden penurunan bendera itu. "Nanti saya cek," ujarnya.
Belum Merdeka
Dalam kesempatan yang sama Agung mengatakan, meski secara formal Indonesia telah merdeka, namun dalam beberapa hal negara ini justru belum merdeka. hal ini terbukti dengan masih banyaknya masalah mengenai kemiskinan hingga pengangguran.
Untuk mengatasinya, menurut Agung, anggaran 20% untuk sektor pendidikan yang telah dijanjikan oleh SBY harus dijadikan momentum untuk memberantas kemiskinan. Dia juga meminta kepada para politisi agar tidak terlalu memikirkan partainya sendiri menjelang pemilu.
"Karena ini tahun politik, jangan sampai kita terpecah. Para politisi jangan terlalu fokus ke partai. Utamakan kepentingan bangsa dan negara," pungkas Agung. (mok/nrl)











































