"Ini harus dibantu dengan do'a," ujar Estien, salah seorang anggota panitia Paskibraka 2008.
Raut muka Estien dan rekan-rekannya terlihat tegang melihat anak didik mereka mulai mengikat simpul di tali tiang bendera. Mata mereka melotot dan nafas ditahan sembari menatap layar televisi yang menanyangkan detik-detik itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alhamdulillah.....," seru lirih Estien yang sangat bersyukur selama ini tidak pernah terjadi Merah Putih terbuka dalam kondisi terbalik.
Menurutnya keberhasilan Paskibraka melewati detik menegangkan itu amat tergantung pada tata cara dan urutan melipat bendera. Bila bendera tidak dilipat dengan cara yang benar dan sesuai urutannya, pasti bendera akan terbuka terbalik atau terpilin.
"Kalau itu sampai terbalik, pelatihnya bisa di-erghh....," tambah Estien gemas sambil menyilangkan telapak tangan di depan leher tanda kepala dipenggal. (lh/nrl)











































