"Kita banyak menerima surat-surat, supaya jangan dilakukan keputusan itu, eksekusi mati. Surat itu dari luar negeri," kata Gubernur Bali Dewa Made Beratha usai memimpin Upacara HUT ke-63Β RI di LP Kerobokan, Denpasar, Minggu (17/8/2008).
Hanya saja, Beratha enggan menyampaikan negara mana saja yang menolak eksekusi mati serta alasannya. Beratha menyatakan keputusan eksekusi sepenuhnya ada di tangan kejaksaan.
"Meskipun cukup banyak yang tidak menginginkan hal itu, tetapi kita serahkan kepada penegak hukum," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(gds/nrl)











































