Bahkan menurut media relation SB, Adang D Bokin mengatakan, langkah SB ini mestinya diikuti oleh Presiden SBY. "Apa salahnya seorang SB mengangkat prestasi seorang anak bangsa seperti Rabiah," katanya dalam rilis yang diterima detikcom, Minggu (17/8/2008).
"Bilamana perlu, Presiden SBY juga memasukkan Suster Rabiah sebagai materi iklan pemerintah," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mestinya yang dilakukan SB bisa diikuti tokoh lain," kata Adang.
Sementara itu persoalan Suster Rabiah, Adang mengatakan semua diserahkan kepada rumah produksi 25Frame. "SB menghormati hak pribadi Suster Rabiah, tapi urusan iklan, semuanya menjadi tanggung jawab pihak rumah produksi. Tidak ada yang salah antara SB dan Suster Rabiah," tegasnya. (ken/ken)











































