Mantan Pejuang Juga Ragukan Andaryoko Adalah Supriyadi

Mantan Pejuang Juga Ragukan Andaryoko Adalah Supriyadi

- detikNews
Sabtu, 16 Agu 2008 16:26 WIB
Mantan Pejuang Juga Ragukan Andaryoko Adalah Supriyadi
Yogyakarta - Andaryoko Wisnu Prabu mengaku sebagai Supriyadi tokoh PETA Blitar. Seorang mantan pejuang Muh. Kardi (78) meragukannya.

Andaryoko tidak bisa menyebutkan 6 orang nama secara jelas dan lengkap yang ikut dalam pemberontakan.

"Ada beberapa pertanyaan yang saya ajukan dalam diskusi itu tidak dijawab oleh Andaryoko, sehingga saya meragukan sekali keterangannya kalau dia itu Supriyadi," kata Kardi.

Hal itu dikatakan Kardi kepada detikcom usai acara diskusi buku
"Mencari Supriyadi, Kesaksian Pembantu Utama Bung Karno" karya Baskara T. Wardaya, SJ di Toko Buku Gramedia, Jl Jenderal Sudirman, Yogyakarta, Sabtu (16/8/2008).

Kardi mengatakan, 6 orang nama dan pangkat rekan Supriyadi yang ikut memberontak tidak bisa di jawab oleh Andaryoko.

"Satu orang yang tewas yakni Muradi, dia juga tidak tahu," ujarnya.

Menurut Kardi, kalau Andaryoko mengaku sumber inspirasi untuk melakukan pemberontakan adalah dari surat kabar Jepang yang menyatakan tentara Sekutu akan membantu Indonesia adalah tidak benar. Surat kabar itu dibaca oleh Andaryoko saat berada di asrama Peta.

"Itu tidak mungkin, tentara Jepang itu sangat ketat mengawasi semua  tentara Indonesia. Tidak mungkin bisa membaca koran waktu itu," kata Kardi.

Dia mengatakan beberapa bulan setelah pemberontakan hingga kemerdekaan RI, nama Supriyadi menjadi pembicaraan rakyat Indonesia. Semua orang membicarakan keberaniannya dan ingin tampil seperti dia.

Namun mengapa Supriyadi yang ini justru tidak tampil, bahkan ketika Bung Karno mengumumkan nama Supriyadi untuk menjabat menteri pertahanan juga tidak muncul.

"Kalau soal Supriyadi ini masih menjadi tanda tanya besar bagi saya. Tetapi kalau soal dia dekat dengan Bung Karno seperti foto-foto yang ditunjukkannya, saya tidak meragukan dia memang pernah dekat," kata Kardi sambil mengangkat kedua tangan menandakan keraguannya. (bgs/gus)


Berita Terkait