Pidato SBY Tak Lepas dari Kampanye, Capres Lain Silakan Cemburu

Pidato SBY Tak Lepas dari Kampanye, Capres Lain Silakan Cemburu

- detikNews
Sabtu, 16 Agu 2008 11:00 WIB
Pidato SBY Tak Lepas dari Kampanye, Capres Lain Silakan Cemburu
Jakarta - Pidato kenegaraan Presiden SBY yang menaikkan gaji guru, PNS dan pensiunannya serta menetapkan anggaran pendidikan 20 persen dinilai beberapa kalangan sebagai kampanye. Namun wajar jika SBY menetapkan itu karena SBY adalah incumbent yang sedang memperbaiki citra.

"Persoalan SBY yang terbesar memperbaiki citra di masyarakat akibat kenaikan BBM. Dengan menaikkan gaji guru dan menganggarkan pendidikan 20 persen supaya presiden bisa memperbaiki citra. Ini hal yang wajar, itulah keuntungan incumbent, ini politik," ujar pengamat politik UI Maswadi Rauf kepada detikcom, Sabtu (16/8/2008).

Menurut Maswadi, tidak bisa dipungkiri tindakan SBY tersebut dapat memicu kecemburuan capres lainnya. "Kalau PDIP salah sendiri. Kenapa Megawati tidak melakukan seperti itu. Itu kesempatan bagi incumbent, itu hak Presiden," jelas Maswadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih lanjut Maswadi menuturkan, pidato SBY dengan sendirinya dikatakan kampanye. "Sulit dipisahkan apakah itu kampanye. Itu kan hak Presiden, itu untungnya menjadi incumbent. Karena itu adalah pidato untuk evaluasi pencapaian pemerintah dan untuk merencanakan masa depan," tandasnya.
(nik/gah)


Berita Terkait