Proporsional Terbuka, Akal-akalan Partai Hindari Pembangkangan

Proporsional Terbuka, Akal-akalan Partai Hindari Pembangkangan

- detikNews
Sabtu, 16 Agu 2008 06:22 WIB
Proporsional Terbuka, Akal-akalan Partai Hindari Pembangkangan
Jakarta - Sistem proporsional terbuka dalam menentukan calon anggota legislatif kini diusung sejumlah partai. Nantinya, siapa yang mendapat suara terbanyak akan lolos ke Senayan. Padahal UU Pemilu menyebut sistem nomor urut adalah pilihan.

"Itu hanya hanya akal-akalan untuk menghindari kekisruhan dan perpecahan intern partai. Mereka tidak bisa mengendalikan kader-kadernya yang mulai resah," jelas Ketua Harian PDP Roy B.B Janis saat berbincang-bincang dengan detikcom, Jumat (15/8/2008).

Partai-partai yang menggunakan sistem proporsional terbuka itu antara lain Partai Golkar, Partai Demokrat, dan PAN. Roy melanjutkan dengan penggunaan sistem ini, partai tersebut berharap kader-kader di tingkat DPD tingkat I maupun tingkat II, tidak jadi membangkang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena takut dimunaslubkan oleh kader-kader mereka, penetapan caleg dengan suara terbanyak jadi pilihan," tambah Roy yang pernah dekat dengan Megawati ini.

Roy menyebutkan dengan sistem ini banyak elit di daerah atau di tingkat pusat yang diuntungkan. "Karena dengan suara terbanyak, calon yang punya uang banyak yang berpeluang besar menang," jelasnya.

Padahal dalam UU Pemilu disebutkan penentuan caleg dilakukan dengan menggunakan nomor urut, bukan secara proporsional terbuka.

"Mereka seolah-olah bertindak demokratis. Padahal mereka hanya melepaskan diri dari masalah mereka di partai. Ironisnya, mereka mengesampingkan UU Pemilu yang mereka buat sendiri," tandasnya. (ddg/ndr)


Berita Terkait