"Sah-sah saja pindah dalam era reformasi sekarang ini," tegas Sekjen DPP Golkar, Sumarsono usai menerima Koalisi Ganti Politisi Busuk di kantornya Jl Anggrek Nelly Murni, Jakarta, Jumat (15/8/2008).
Menurut Sumarsono, apa yang dilakukan Yuddy merupakan hak pribadi dan Golkar tidak akan melarang. Golkar, tambah Sumarsono, tidak perlu khawatir dengan kepergian Yuddy karena partai berlambang pohon beringin ini memiliki banyak kader-kader yang berkualitas.
Bahkan, lanjut Sumarsono, Golkar akan merasa bangga jika mantan kader partainya itu bisa menjadi bintang atau pemimpin di partai lain. Sumarsono memberi contoh kehadiran Prabowo di Gerindra dan Wiranto yang dicalonkan sebagai presiden oleh Hanura.
"Kita bangga kalau kader kita yang ditarik bisa pimpin partai lain,"
katanya.
Apakah kepergian Yuddy dan beberapa kader lainnya karena Golkar tidak bisa menampung aspirasi mereka?
"Antrilah," jawab Sumarsono singkat tanpa menjelaskan lebih lanjut perkataannya. (mok/anw)











































