Demikian disampaikan Wakil Ketua DPW PAN Sulsel Ramli Haba, ketika dihubungi detikcom, Jumat (15/8/2008). Ramli diminta tanggapan atas protes Rabiah yang merasa ditipu dan dibohongi SB terkait iklan politik itu. Rabiah tidak tahu kalau iklan yang dibintanginya dipakai untuk iklan politik.
Menurut Ramli, ada pihak yang mau mengambil keuntungan dan bermaksud mencemarkan nama baik Ketua Umum PAN. Rabiah seharusnya berterima kasih kepada Soetrisno Bachir karena dipublikasikan gratis di televisi. Perempuan yang dikenal sebagai Suster Apung itu, katanya, akan menjadi lebih terkenal nantinya setelah membintangi iklan Soetrisno.
"Suster Apung seharusnya sadar, dirinya sedang berhadapan dengan ketua umum partai besar," ungkap Ramli.
DPW PAN Sulsel menurut Ramli, tidak pernah dilibatkan dalam proses pembuatan iklan yang melibatkan warga Sulsel yang tinggal di pulau yang lebih dekat dari Pulau Bali. Ramli menyebutkan pembuatan iklan itu urusannya Dewan Pimpinan Pusat PAN di Jakarta. Sepengetahuannya, iklan itu diprakarsai oleh lembaga yang dipimpin Rizal Mallarangeng, Fox Indonesia.
Ramli menambahkan, iklan politik yang muncul di beberapa stasiun televisi adalah bentuk kepedulian PAN pada kalangan bawah seperti Suster Apung dan masyarakat tertinggal lainnya yang masih banyak pada bangsa ini.
(mna/iy)











































