"Jangan dibawa ke ranah politik. Saya nggak mau menduga-duga tapi kemungkinan ke arah itu bisa saja terjadi," ujar Ipang Wahid kepada detikcom, Jumat (15/8/2008).
Menurut Ipang, aroma politik dalam tuduhan tersebut sangat kental sekali. "Aroma by design kental sekali. Kalau bahasa kiasannya, satu guru satu ilmu dilarang mengganggu," kata Ipang sambil tertawa lebar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya khawatir ada yang menunggangi. Mungkin juga dari musuh Mas Tris, atau dari partai lain. Tapi tidak dari sesama konsultan iklan," ujar putra Gus Sholah ini.
Dia menambahkan, Suster Apung juga pernah dijadikan bintang iklan provider telekomunikasi ternama. Jadi menurutnya sah-sah saja SB menggunakan Suster Apung sebagai bintang iklan kliennya.
Tapi seolah-olah Suster Apung mendung SB? "Bagaimana dengan Stevano, siswa SD peraih olimpiade matematika yang juga jadi bintang iklan. Apakah dia juga mendukung Mas Tris, jangan dikotak-kotakkan. Suster Apung juga pernah dipakai iklannya Telkomsel kok," papar Ipang.
Ipang menuturkan, yang diuntungkan dalam iklan ini adalah masyarakat yang menonton. Mereka menjadi termotivasi dengan prestasi para bintang iklan yang dianggap luar biasa.
"Seperti Firman, anak muda Jogja yang dengan modal 3 juta dia berbisnis Telakers dan kini omzetnya miliaran rupiah," pungkasnya. (anw/iy)










































