Laris manisnya buku yang tidak terlalu tebal ini antara lain terlihat di Toko Buku Gramedia Pandanaran, Semarang. Menurut Anton Wahyu, Store Manager Gramedia Pandanaran, penjualan buku Baskara Wardaya dan Andaryoko ini memang pesat.
"Saya tidak bisa menilai masuk best seller atau tidak, tapi dari perhitungan selama ini, buku itu sekarang masuk 10 besar," kata Anton seusai menerima rombongan Pemkot Blitar di Toko Buku Gramedia Pandanaran, Jumat (15/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam buku ini, Andaryoko yang mengaku sebagai Supriyadi menceritakan kisah-kisah perjuangan yang dia alami. Misalnya, dia mengaku memimpin pemberontakan sekitar 200 tentara PETA denganย menyerang markas Jepang pada 14 Februari 1945 pukul 02.00 WIB.
Namun, karena Jepang mendatangkan bala tentara dari luar Blitar, pasukan Andaryoko kocar-kacir. Andaryoko dan kawan-kawan kemudian melarikan diri ke hutan dan berpindah-pindah. Sampai kemudian pada bulan Mei 1945, Andaryoko keluar dari hutan menuju kota Jakarta dan bertemu Soekarno. (asy/nrl)











































