"Saya lihat tadi SBY tampil dengan segala jurusnya. Tampil lebih gagah dengan menyeka sedikit keringatnya. Karena saya tidak ingin Presiden yang didukung terlalu formalistis. Terus terang, tadi saya bangga melihat Presiden tampil seperti itu," papar Priyo.
Hal ini disampaikan Priyo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan dia, apa pun yang disampaikan SBY dalam pidatonya sebaiknya tidak boleh diklaim sebagai karya besar. Karena, hal itu masih dalam rangka RAPBN.
"Meskipun posisi Partai Golkar lebih jelas terhadap ide segar RAPBN 2009 terhadap angan-angan yang dikatakan Presiden telah, bukan akan. Pemerintah telah sepakat untuk menaikkan anggaran pendidikan 20 persen," kata dia.
Dalam kesempatan itu, Priyo meminta agar pidato SBY berikut lampirannya dipelajari mulai Senin 18 Agustus 2008 sebab ada revisi dari dokumen lampiran.
Priyo menambahkan, seruan SBY untuk siap atau kalah dalam Pemilu 2009 harus dijadikan patokan.
"Andaikan dalam pemilu yang menang siapa, SBY harus siap menang dan kalah. Meskipun saya sudah lihat tanda-tanda siapa yang akan menang. Kelihatannya Golkar yang akan menang," kata Priyo seraya berseloroh dan langsung disambut tawa. (aan/nrl)











































