"Indikasi apa yang bisa kita tangkap dari sana, saya kira tidak relevan Presiden untuk memasukkan itu dalam pidatonya," ujar Ngabalin.
Hal tersebut diungkapkan Ngabalin seusai menghadiri Pidato Kenegaraan Presiden SBY di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta (15/8/2008).
Politisi PBB ini mencotohkan, penangkapan teroris di Palembang sebelum SBY mendarat di 'kota pempek' itu sebagai bukti tidak relevannya pernyataan SBY tersebut.
"Aman? Dari mana ukurannya? Seperti penangkapan teroris di Palembang, 2 jam sebelum Presiden mendarat, persis di (dekat) Hari Kepolisian lagi," ujarnya.
Dalam pidato kenegaraannya SBY juga mengatakan kondisi aman ini makin dirasakan bangsa Indonesia mulai dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, di mana pun dan kapan pun di negeri ini.
(lrn/nrl)











































