Rombongan Pemkot Blitar Gagal Bertemu Andaryoko

Misteri Supriyadi

Rombongan Pemkot Blitar Gagal Bertemu Andaryoko

- detikNews
Jumat, 15 Agu 2008 14:33 WIB
Rombongan Pemkot Blitar Gagal Bertemu Andaryoko
Semarang - Sejak pagi buta berada di Semarang, rombongan Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar gagal bertemu Andaryoko Wisnu Prabu, seorang pria 88 tahun yang mengaku sebagai tokoh PETA Supriyadi. Sebab, dari Jakarta, Andaryoko ternyata tidak pulang ke Semarang, tapi ke Yogyakarta.

Rombongan Pemkot Blitar ini terdiri dari Kabag Humas Pemkot Blitar I Made Sukawardhika dan Kesbang Linmas Yusuf Effendi, serta seorang kameramen. Mereka yang mengenakan mobil ini tiba di Semarang sekitar pukul 03.00 WIB, Jumat (15/8/2008).

Begitu sampai di Semarang, setelah beristirahat sejenak, rombongan yang mendapat tugas khusus Walikota Blitar untuk menemui Andaryoko itu, menemui dulu Ketua RW setempat. Lantas, oleh Ketua RW, mereka diminta langsung ke rumah Andaryoko di Jalan Mahesa Raya, Pedurungan, Kabupaten Semarang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, sesampai mereka di rumah, Andaryoko sudah tidak ada di tempat. Andaryoko sedang berada di Jakarta sejak Kamis (14/8/2008) untuk keperluan wawancara dengan televisi swasta terkait kasus misteri Supriyadi. Made dan rombongan hanya ditemui keluarga Andaryoko.

Setelah Made dkk menunggu beberapa lama, keluarga mendapat kepastian bahwa Andaryoko tidak pulang ke Semarang. Andaryoko terbang dari Jakarta langsung menuju Yogyakarta hari ini. Sebab, Sabtu (16/8/2008) besok, Andaryoko didatangkan sebagai bintang tamu bedah buku 'Mencari Supriyadi, Kesaksian Pembantu Utama Bung Karno' yang ditulis sejarawan Baskara T Wardaya.

Karena dipastikan tidak bisa bertemu Andaryoko, Made dkk pun meminta kontak orang yang bisa ditemui terkait penelusuran Andaryoko kepada keluarganya. Pihak keluarga menyebut nama Anton Wahyu, Store Manager Gramedia Pandanaran. Anton adalah orang yang menghubungkan Andaryoko dengan Baskara T Wardaya.

Kemudian Made dkk pergi ke Toko Buku Gramedia Pandaran menemui Anton. Pertemuan berlangsung selama sekitar satu jam. Dari Anton, Made dkk mendapat penjelasan sedikit mengenai Andaryoko. Sekitar pukul 13.30 WIB, Made meninggalkan Gramedia Pandaran.

"Kami hari ini akan langsung ke Yogya untuk menemui Pak Andaryoko. Besok kami akan temui beliau," jelas Made.

Penjelasan pihak keluarga dan Anton, kata Made, akan dijadikan informasi awal untuk dikonfirmasikan ke Andaryoko. Made dkk harus bertemu Andaryoko karena memang ditugaskan untuk mengumpulkan data terkait penelusuran Supriyadi, tokoh PETA, yang saat ini tidak diketahui keberadaannya. Banyak pihak, termasuk keluarga Darmadi di Blitar, yakin bahwa Supriyadi telah tewas dieksekusi Jepang.

Menurut Made, Pemkot Blitar sudah mempersiapkan segalanya bila memang Andaryoko adalah benar-benar Supriyadi. "Kami harap nanti Pak Andaryoko juga bisa hadir di Blitar untuk membedah buku itu. Kami siap mendanai full. Kami juga siap untuk mempertemukan beliau dengan keluarga Blitar," tutur Made.
(asy/nrl)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads