"Ini (berdasarkan nomor suara terbanyak) agar wakil rakyat lebih dekat dengan rakyatnya. Bukan dengan ketua umumnya. Jadi bukan hanya bertanggung jawab pada partai. Tapi konstituennya," ujar Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla saat jumpa pers di Istana Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (15/8/2008).
Dengan sistem ini, JK yakin, para anggota DPR yang terpilih akan sering mengunjungi konstituennya di daerah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ditanya jatah caleg 10 persen untuk selain kader Golkar, JK mengatakan, jalur khusus tersebut memang untuk memberi ruang bagi caleg dari luar Golkar.
Β
"Jalur khusus 10 persen memang dikhususkan untuk tokoh-tokoh yang punya pengaruh baik yang akan memenuhi kursi DPR. Jadi yang punya keahlian khusus seperti pakar hukum yang baik, pakar ekonomi yang baik, pakar kesehatan dan sosial yang baik," jelas JK.
"Mereka biasanya lebih mudah dapat suara karena sudah punya nama. Bersaingnya juga mudah. Seperti di Sumatra ada Jeffry (Jeffry Geovanie), ada Piliang (Indra J Piliang). Terus kami juga minta ekonom-ekonom senior. Tapi banyak juga yang muda-muda dari Jawa Tengah, dan anak-anak muda yang punya spirit," pungkasnya. (anw/nrl)











































