"Kita harus berani menerima kemenangan dan berani menerima kekalahan dengan kesatria. Serta menghargai ketertiban dan pranata hukum," ujar Presiden SBY dalam pidatonya tentang nota keuangan RAPBN 2009 di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2008).
SBY meminta agar dalam pemilu nanti tidak terjadi anarkhi. Masing-masing pihak diminta saling menjaga diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selama pemerintahan SBY, bangsa Indonesia dipenuhi dengan berbagai musibah. Mulai musibah terbesar di dunia yakni tsunami di Aceh pada 2004 lalu, hingga berbagai gerakan separatis yang selalu mengancam setiap saat.
Namun, SBY bangga karena saat ini bangsa Indonesia telah lepas dari berbagai ancaman tersebut.
"Hanya segelintir bangsa di dunia yang mendapat cobaan besar seperti bangsa kita. Dan hanya segelintir yang bisa keluar dari cobaan tersebut," kata SBY. (anw/iy)











































