Drama Menegangkan di Atas Pesawat Obama

Drama Menegangkan di Atas Pesawat Obama

- detikNews
Jumat, 15 Agu 2008 10:09 WIB
Drama Menegangkan di Atas Pesawat Obama
Washington - Insiden gangguan mesin pada pesawat yang dinaiki capres AS Barack Obama dan tim kampanyenya bulan lalu, ternyata serius. Jauh lebih serius dari apa yang telah disampaikan maskapai pesawat ataupun Badan Penerbangan Federal AS (FAA).

Demikian menurut rekaman menara pengawas FAA yang diperoleh ABC News. Saat itu, juru bicara FAA menyatakan, pilot tidak mengumumkan keadaan darurat dan menurut pihak maskapai, Midwest Airlines, insiden itu tidak sampai membahayakan keselamatan.

Namun rekaman FAA membuktikan yang sebaliknya. Demikian seperti diberitakan ABC News, Jumat (15/8/2008).

Ternyata pilot sempat mengalami masalah kendali pesawat. Pilot menemukan bahwa dirinya tak bisa mengendalikan sepenuhnya gerakan naik dan turun pesawat. Hanya dalam 41 detik setelah mengalami masalah itu, pilot menyampaikan keadaan darurat kepada petugas menara pengawas lalu lintas udara.

"Saat ini kami ingin menyatakan keadaan darurat dan juga meminta CFR (peralatan jatuh) disiapkan di St. Louis," kata pilot saat itu.

Juru bicara FAA akhirnya mengakui kalau pernyataan yang dulu disampaikan adalah salah. Pernyataan bahwa pilot tidak menyampaikan keadaan darurat didasarkan pada laporan keliru dari manajer pengawas lalu lintas udara FAA.

"Kami kemudian mengetahui bahwa keadaan darurat telah diumumkan," kata juru bicara FAA Elizabeth Cory. Namun FAA baru mengakui hal itu setelah dihubungi ABC News mengenai fakta ini.

Pada 7 Juli lalu, pesawat carter MD-81 yang dinaiki Obama, dialihkan ke St. Louis,AS tak lama setelah lepas landas dari Chicago, AS. Melalui sistem interkom pesawat, pilot mengatakan kepada Obama, staf kampanye serta para wartawan yang ikut bahwa "ada sedikit masalah pengendalian menyangkut kemampuan kami mengendalikan mode naik dan turun pesawat."

Padahal yang sebenarnya, pilot tak bisa lagi mengendalikan pesawatnya 100 persen. Jadi hanya sedikit kendali pada pesawat. Beberapa menit kemudian, pilot pun menyatakan keadaan darurat. Ketika ditanya oleh petugas menara pengawas St. Louis, landasan mana yang akan digunakan, pilot menjawab: "Mana yang paling panjang?"

Pilot kemudian mengatakan, "Ada Senator Obama di dalam pesawat dan tim kampanyenya." Situasi kemudian bertambah tegang di kokpit. Saat pesawat dengan cepat turun dari ketinggian 32 ribu kaki, pilot ditanya berapa banyak yang ada di pesawat.

"51 orang di pesawat," jawab pilot. Kemudian pada ketinggian 10 ribu kaki, pilot mendadak bisa kembali mengendalikan pesawat. Situasi pun tenang kembali. Pesawat kemudian mendarat dengan selamat di St. Louis. (ita/nrl)


Berita Terkait