Kritik Rizal itu disampaikannya saat acara deklarasi 'Dr Rizal Ramli, Pemimpin Perubahan' dan peluncuran buku 'Rizal Ramli, Lokomotif Perubahan' di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (14/8/2008).
"Hari ini kami dipanggil Mabes Polri untuk diperiksa. Upaya untuk memanggil kami adalah upaya untuk membungkam perbedaan pendapat. Pimpinan Polri jangan seperti kacang lupa dengan kulitnya," ujar Rizal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan kerja keras mahasiswa dan pemuda, rezim otoriter tersebut bisa dijatuhkan. Sehingga Polri bisa berpisah dengan militer. Jadi semestinya Polri jadi pengayom masyarakat. Bukan alat untuk tindakan represif," kata pria berkacamata ini.
Sedangkan Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Abubakar Nataprawira di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta mengatakan Rizal yang dipanggil hari ini sebagai saksi tersangka demo rusuh DPR Ferry Yuliantono, tidak bisa hadir.
"Dia ini tidak hadir dengan alasan ada peluncuran buku. Nanti kita akan layangkan panggilan kedua pada Rizal Ramli," ujar dia. (nwk/iy)










































