"Saya merasa bersalah. Atas kejadian ini, semua seperti ini," kata Urip dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (14/8/2008).
Ketua majelis hakim Teguh Hariyanto pun mencoba mencari tahu apa yang membuat Urip menyesal. "Apa kesalahan Anda?" tanyanya kepada Urip.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, Teguh meminta Urip menceritakan soal keluarganya. Dengan terbata-bata, Urip bercerita kondisi keluarganya pasca kasus suap yang membelitnya.
"Yang mulia, saya punya dua anak, satu perempuan 5 tahun dan 3 tahun. Istri saya sedang hamil 8 bulan. Hidup saya menjadi hancur, semua tercerai-berai," kata Urip.
Suasana ruang sidang pun mendadak sangat sunyi. Semua yang hadir tampak mendengarkan cerita Urip.
"Saya mohon kepada majelis hakim untuk seadil-adilnya dan kalau selama ini ada sikap yang tidak berkenan, saya mohon maaf," lanjutnya.
Sebelum sidang ditutup, Teguh meminta jaksa untuk menjadwalkan sidang tuntutan untuk Urip. Sidang akan dilanjutkan Kamis 21 Agustus pukul 09.00 WIB. (ken/iy)











































