Yonathan dkk bisa kabur dari LP Cipinang setelah mengelabui sipir penjaga blok bernama Bambang. Usai meminta Bambang pergi tidak mengawasi sel, mereka pun melenggang kabur.
"Biasanya sipir itu selalu jaga. Tapi dini hari itu sipirnya gak ada. Yang ngurusin sipir agar tidak berjaga, Willy," kata Yonathan kepada wartawan di Mapolsek Pancoran, Jalan Buncit Raya, Jakarta Selatan, Kamis (14/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah berhasil menembus blok, Willy pun keluar lewat pagar kawat samping Lapas. Disusul kemudian oleh Luhur. "Waktu itu saya ada di sel nya Willy untuk main kartu. Kalau resminya, kami hanya boleh keluar sel setelah jam 8 pagi," tambah dia..
Setelah Willy dan Luhur berhasil kabur, telepon HP Bambang pun berdering. "Yang nelepon Willy ngasih tahu kalau dia sudah berhasil kabur. Karena sudah pasti aman, kami pun menyusul kabur. Teknis membobol pagar dan sebagainya Willy yang tahu. Saya terima beres," ujar dia.
Setelah dua tahun kabur, akhirnya Yonathan pun tertangkap di pom bensin Cimanggis, Depok pagi ini. " Saya tahu Willy mati baru tadi pagi, dikasih tahu Kapolsek," pungkas pria berkulit hitam dengan tangan diborgol. (asp/asy)











































