Namun, Urip mencabut keterangannya bahwa uang itu merupakan pinjaman untuk bisnis permata. Pria "the six billion rupiah man" itu menegaskan, pinjaman itu akan digunakan untuk membuka bengkel di Cikampek.
"Semua keterangan saya terkait bisnis permata itu saya cabut," kata Urip dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (14/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pinjaman itu pakai jaminan nggak?" tanya Teguh pada Urip.
Atas pertanyaan itu, Urip menjawab jaminan untuk pinjaman adalah bengkel yang akan dibangun. "Kalau bengkel sudah jadi, itu yang dijadikan agunan," kata Urip.
Urip juga mengatakan, tidak ada perjanjian utang piutang untuk pinjaman itu. Rincian perkiraan anggaran pembangunan yang dibutuhkan pun tidak dibuatnya.
"Baik banget Artalyta meminjamkan duit sebanyak itu tidak ada perjanjiannya," ujar Teguh heran.
Mendengar itu, Urip hanya terdiam. Dia beralasan, seluruh operasional bengkel diatur oleh temannya. (ken/nrl)










































