"Pak Iwan pernah minta maaf kepada saya, karena merasa telah mendzolimi saya," kata Salman ketika dihubungi detikcom, Rabu (13/8/2008) malam.
Salman menceritakan, waktu itu Iwan menemuinya usai salat Jumat di sebuah masjid di Tanah Abang, Jakarta Pusat (Jakpus). "Dia datang bersama teman saya yang mengenal saya," imbuh Salman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pak, saya sudah pernah sebut nama-nama Bapak dengan berbagai
alasan. Waktu itu karena penyakit saya, saya tertekan. Untuk keselamatan saya, saya asal ngomong saja," kata Salman menirukan Iwan.
Untuk membuktikan bahwa Iwan benar-benar sakit, lanjut Salman, Iwan sampai-sampai membawa surat keterangan dokter. Melihat kondisi dan niat tulus Iwan tersebut, Salman pun akhirnya memberi maaf.
"Di persidangan Tipikor Pak Iwan mencabut kesaksiannya bahwa tidak pernah memberi uang kepada saya. Saya sendiri tidak pernah terima dan tidak menahu," tegas mantan Kapuspenkum Kejagung ini.
Iwan, kata Salman, juga meralat adanya uang BI sebesar Rp 13 miliar untuk diseminasi dengan stakeholder Kejagung. Uang tersebut juga sudah dibayar lunas oleh Iwan, sehingga tidak bocor ke mana-mana. (irw/nrl)











































