"Saya tidak mengurus orang yang tidak percaya. Biar saja," kata dia kepada wartawan di rumahnya, Jalan Mahesa Raya I Pedurungan Tengah, Semarang, Rabu (13/8/2008) sore.
Andaryoko mengaku dirinya membuka identitas aslinya demi kepentingan bangsa. Menurut dia, sejarah tidak boleh ditutup-tutupi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada waktu Bung Karno sakit, beliau berpesan jika saya diberi umur panjang, maka saya harus menceritakan sejarah bangsa ini," ungkapnya.
Saat ditanya seputar sejarah pergolakan bangsa, Andaryoko mengulang kisah mengenai keberadaannya saat memberontak ke Jepang, detik-cetik proklamasi, hingga pergantian namanya.
Setelah diberitakan sebagai Supriyadi, kini rumah Andaryoko ramai dikunjungi wartawan. Meski cukup sibuk, si empunya rumah tak menolak kehadiran siapa pun. (try/asy)











































