Sekretaris Legiun Veteran RI (LVRI) Semarang, Soeroso, yakin Andaryoko bukanlah Supriyadi. Nama pejuang PETA itu tak pernah muncul sekali pun di Semarang.
Lelaki yang juga menjabat Wakil Ketua Paguyuban Pelaku Pertempuran Lima Hari di Semarang (P3LS) ini mengatakan, keraguan itu muncul saat paguyuban hendak dibentuk. Seluruh veteran diminta menceritakan kisah perjuangannya dalam sebuah form isian.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Soeroso menambahkan ada beberapa kejanggalan lain saat Andaryoko mengisahkan perjuangannya. Namun veteran yang tinggal di Jalan Pleburan Raya itu mengaku lupa detailnya.
Karena kejanggan itulah, Andaryoko tidak dijadikan sebagai pengurus, tapi hanya anggota. Selama ini, Andaryoko jarang muncul di paguyuban.
Ketika dikonfirmasi Andaryoko bisa menjelaskan secara agak detail pertempuran lima hari di Semarang. Menurut dia, pada saat itu, tidak ada garis komando. Setiap pejuang bergerak sendiri-sendiri.
"Saya berada di front perbatasan Kota Semarang dan Ungaran," jelasnya saat ditemui wartawan di rumahnya. (try/djo)











































