Hal itu dituturkan Andaryoko Wisnu Prabu dalam buku 'Mencari Supriyadi, Kesaksian Pembantu Utama Bung Karno' yang ditulis oleh sejarawan Baskara T. Wardaya, SJ.
Disebutkan, dalam bahasa Jawa kata 'Andar' berarti menerangkan. Sedangkan Yo berarti kejujuran dan Ko berarti tempat. Jadi Andaryoko itu artinya 'tempat menerangkan kejujuran'. Namun Andaryoko mengaku tidak tahu sejak kapan menggunakan embel-embel Wisnu Prabu di belakang namanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau saya terus jadi buronan begini kan saya tidak akan bisa berjuang. Ngetok (memperlihatkan diri) di kota saja saya takut," ungkap Andaryoko dalam bukunya berjudul 'Mencari Supriyadi,
Oleh Bung Karno, dia disarankan kembali di Semarang untuk menemui Mr Wongsonegoro yang saat itu menjadi Wakil Residen Semarang. Saat kembali ke Semarang, dia juga tidak dibekali surat keterangan dari Bung Karno.
"Tidak usah (surat keterangan). Beri tahu saja dia, kamu itu dari saya. Kalau tidak percaya, nanti suruh dia telepon saya," kata Andaryoko menirukan ucapan Bung Karno waktu itu.
Setelah bertemu Wongsonegoro, dia kemudian dijadikan staf dan bekerja di kantor Residen Semarang. Nama Supriyadi pun akhirnya diganti menjadi Andaryoko. (bgs/djo)










































