Namun bagi Dr Baskara T Wardaya, sejarawan sekaligus penulis buku 'Mencari Supriyadi, Kesaksian Pembantu Utama Bung Karno', tidak mempersoalkan hal tersebut. Menurutnya, kontroversi itu justri akan merangsang masyarakat untuk berpikir lebih kritis dan membandingkan sejumlah wacana tentang Supriyadi.
"Kalau ada orang meragukan, itu malah bagus. Karena wacana ini akan semakin bergulir. Masyarakat bisa lebih kritis," kata Baskara saat dihubungi detikcom melalui telepon, Rabu (13/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baskara mengungkapkan, dalam menulis buku 'Mencari Supriyadi, Kesaksian Pembantu Utama Bung Karno' itu dirinya tidak sekadar merekam penuturan Andaryoko semata. Buku tersebut juga memuat telaah para pakar sejarah. Buku dengan 227 halaman itu memuat catatan kaki, referensi serta tokoh-tokoh yang bisa menjadi pembanding.
"Wacana seperti sekarang ini sangat bagus. Biar orang lain yang menulisnya, bukan saya lagi. Kalau saya yang menulis nanti jadi mono narasi lagi. Biar banyak orang berpikir sehingga akan ada banyak buku sejarah dan sejarah menjadi menarik," ujar pria yang saat ini menjabat Kepala Pusat Sejarah dan Etika Politik (Pusdep) Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta itu. (bgs/djo)











































