"Saya siap untuk mengkonfrontir dia," kata Oetomo saat ditemui detikcom di kediamannya, Jl Benda I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (12/8/2008) malam.
Oetomo yakin Supriyadi sudah kembali ke Sang Khaliq. "Saya berkeyakinan
Mas Pri sudah tewas dibunuh tentara Jepang," tegasnya.
Dia juga tak melihat persamaan antara Andaryoko dan Supriyadi. "Saya sudah lihat dia di TV dan secara fisik dia tidak mirip dengan Mas Pri," katanya.
Oetomo sendiri sudah kenyang tentang cerita orang yang mengaku-aku sebagai Supriyadi. "Sudah banyak sekali yang mengaku-ngaku. Kalau dihitung-hitung bisa puluhan kali," kata Oetomo.
Oetomo juga dilibatkan dalam mengetes keaslian pengaku-aku itu. Dia pernah mengkonfrontir langsung salah seorang 'penggemar' Supriyadi di Yogyakarta. Namun hasilnya ternyata orang itu hanya mengaku-ngaku sebagai Supriyadi.
"Kejadian itu pada saat Pak Try Sutrisno masih sebagai wakil presiden," kata purnawirawan TNI ini.
Oetomo menceritakan, saat itu Try Sutrisno mendapat laporan dari Direktur Intel Kolonel Wiguno yang menyatakan ada orang yang mirip dengan Supriyadi. Try lalu memerintahkan Kolonel Sugiyono untuk menyelidiki hal tersebut.
"Saya diajak ke Yogyakarta. Sampai di sana ternyata orang itu bukan Supriyadi. Saya ajak bicara bahasa Jepang atau Belanda saja tidak bisa," katanya. Sekadar diketahui, ciri khas Supriyadi yang diingat benar oleh Oetomo adalah Supriyadi mahir dua bahasa asing itu. (nal/nrl)











































