"Orang yang memalsu nama orang kan terang kriminal. Mestinya karena Supriyadi adalah pahlawan nasional, ya pemerintah dong yang mengusutnya," kata Ki Oetomo Darmadi kepada detikcom di kediamannya Jalan Benda I, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (12/8/2008) malam.
Di rumah sederhana yang dihiasi foto mantan Presiden Soekarno berukuran besar itu, Oetomo mendesak pemerintah mengambi tindakan tegas untuk mencegah nama Supriyadi terus dicatut pada masa mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya Andaryoko Wisnu Prabu (89) mengaku dirinya adalah pejuang PETA, Supriyadi yang selama ini disebut telah meninggal. Andaryoko mengaku harus mengubah identitasnya agar tidak ditangkap tentara Jepang.
Selama tinggal di Semarang, Andaryoko berpindah-pindah tempat. Pada awalnya, dia tinggal di Jalan Majapahit. Dan terakhir, pada tahun 2001 hingga kini, dia menempati rumah di Jalan Mahesa Raya, Pedurungan Tengah. (nal/fiq)











































