Keluarga Darmadi di Blitar Siap Bertemu Andaryoko

Misteri Supriyadi

Keluarga Darmadi di Blitar Siap Bertemu Andaryoko

- detikNews
Selasa, 12 Agu 2008 22:05 WIB
Keluarga Darmadi di Blitar Siap Bertemu Andaryoko
Jakarta - Munculnya nama Andaryoko Wisnu Prabu (89), warga Jalan Mahesa Pendurungan Semarang sebagai sosok Supriyadi ditolak secara tegas oleh pihak keluarga di Blitar. Namun, keluarga di Blitar siap bertemu Andaryoko untuk mengecek apakah benar dia Supriyadi, pahlawan Peta yang hilang misterius sejak 63 tahun lalu.

Selama ini, pihak keluarga pahlawan pemberontakan PETA di Blitar menyakini Supriyadi telah dieksekusi mati oleh Jepang di Tuban. "Bohong jika kakak kami masih hidup, sebab dia telah dieksekusi oleh Jepang tanpa adanya persidangan terlebih dahulu," kata R.K Suroto Darmadi, adik tiri Supriyadi saat ditemui detiksurabaya.com di rumahnya, Jalan Soeprijadi 46 Blitar, Selasa (12/8/2008).

Informasi kematian tersebut didapat pihak keluarga dari teman-teman Supriyadi yang ditangkap oleh Jepang. Diceritakan dia, saat itu beberapa temannya yang ditangkap dibawa ke Jakarta untuk menjalani proses persidangan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karena keberadaan Supriyadi tidak ada bersama tentara tersebut, akhirnya beberapa temannya mencari informasi hingga akhirnya didapatkan kabar bahwa saudaranya itu telah diesksekusi di Tuban terlebih dahulu tanpa adanya persidangan. "Kabar kematian tersebut didapat dari salah satu tentara teman Supriyadi yakni Pak Dirgo," ujar dia.

Jika memang saat ini ada seseorang yang mengaku dirinya sebagai Supriyadi maka hal tersebut hanya mengada-ada. Menurut dia, kondisi seperti ini tidak hanya terjadi sekali saja, karena selama ini pihak keluarga juga sering didatangi beberapa orang yang mengaku sebagai Supriyadi.

"Bukan hanya dari pulau Jawa saja, bahkan beberapa tahun yang lalu ada orang dari pulau Kalimantan juga pernah datang," ungkap dia.

Kondisi seperti ini seharusnya tidak terjadi jika pemerintah saat itu bersikap terbuka, tanpa menutupi kenyataan yang terjadi sehingga tidak muncul polemik tentang kebenaran fakta sejarah seperti saat ini. Pemerintah yang harus memutuskan masalah ini, karena selama ini Supriyadi dinyatakan telah meninggal dunia.

"Pihak keluarga tidak akan turut campur dalam menyelesaikan permasalahan ini, karena hal itu adalah kewajiban pemerintah," jelas dia.

Ditambahkan dia, bila memang Andaryoko tetap bersikukuh untuk mengaku sebagai Supriyadi, maka Suroto siap dipertemukan untuk membuktikan keasliannya. Siapa saja bisa berkata tentang sejarah maupun perjalanan hidup Supriyadi, karena banyak literatur serta dokumen yang bisa dibaca.

"Namun jika permasalahan keluarga, maka yang bisa mengetahui hanya Supriyadi beserta kami pihak keluarga. Kalau memang tidak bisa bertemu, minimal melalui telepon kami yakin akan bisa membuktikan keaslian maupun kepalsuannya," tantang dia.
(gik/asy)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads