Saat ditemui detikcom dan The Jakarta Post, putra kedua Andaryoko, Andarwanto, sempat salah mengucapkan tanggal lahir bapaknya. Dia tidak yakin dengan tanggal yang disebutnya.
"Tanggal berapa, Bapak? 22 bulan apa? Tahunnya 1921 ya?" tanya Andarwanto kepada bapaknya yang tengah mengambil buku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kakek yang tetap sehat di usia lanjut itu, tidak menyebutkan dimana tempat lahirnya. Hanya saja, dia mengaku bukan bagian langsung dari keluarga Bupati Trenggalek yang pindah ke Blitar, Darmadi.
Meski pensiun dari pekerjaan, Andaryoko tetap sibuk. Dia aktif di perkumpulan kejawen, organisasi veteran, Yayasan Sakura Melati (kerjasama Jepang-Indonesia) dan yayasan kesenian.
Karena kesibukan itu, Andaryoko kadang susah ditemui. Kalau sudah ada agenda pribadi, dia tak mau diganggu. Saat wartawan bertandang Selasa (12/8) sore, rumah berpagar besi pende itu kosong
(try/fiq)











































