"Kami belum mendapatkan informasi tersebut, bahkan baru mengatahuinya dari Anda (detiksurabaya.com)," kata Kabag Humas Pemkot Blitar I Made Sukawardhana saat ditemui detiksurabaya.com di kantornya, Selasa (12/8/2008).
Menurut Made, kabar Supriyadi masih hidup memang sering muncul. Namun kabar itu kebanyakan hanya sebatas rumor saja. Bahkan seringkali kemunculan sosok Supriyadi di beberapa tempat selalu dikaitkan dengan mistis yang
kebenarannya patut dipertanyakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Demikian pula dengan pengakuan pria di Semarang, Andaryoko Wisnu Prabu (89). Menurut Made, harus ada tim ahli yang meneliti kebenaran pengakuan pria tua tersebut. Sebab selama ini masyarakat diyakini bahwa Supriyadi menghilang sejak pemberontakan PETA meletus di Blitar pada 14 Juli 1945. Tidak tidak ada seorang pun yang mengetahui keberadaanya sampai saat ini, jika hidup di mana tinggalnya dan jika meninggal di mana kuburnya.
"Kami menganggap ini hanya rumor jalanan, sehingga harus dibuktikan kebenarannya,"Β jelasnya.
Yang jelas, sambung Made, bagi warga Blitar Supriyadi adalah sosok pahlawan yang mempunyai semangat patriotisme tinggi dalam memerdekakan bangsa. Sehingga untuk mengingat perjuangan Supriyadi dan PETA, Pemkot Blitar membangun monumen di Jalan Soedanco Soeprijadi, Blitar. (bdh/djo)










































