32 Friends of Indonesia Ikuti Upacara 17 Agustus

32 Friends of Indonesia Ikuti Upacara 17 Agustus

- detikNews
Selasa, 12 Agu 2008 14:34 WIB
Jakarta - Sebanyak 32 orang 'calon duta besar spesial' akan mengikuti upacara bendera kenegaraan puncak peringatan HUT ke-63 RI. Mereka adalah para tokoh terkemuka dari 27 negara sahabat.

Latar belakang para tokoh yang dinamakan friends of Indonesia itu juga beraneka ragam. Ada akademisi, jurnalis, pengusaha, mantan pejabat dan aktivis.

"Kita berharap dengan mengundang datang ke Indonesia, mereka dapat merasakan dan melihat sendiri perkembangan, kemajuan dan tantangan yang kita hadapi. Sekembali dari kunjungan ini mereka dapat menjadi 'duta besar' dan jembatan antara Indonesia dan negaranya," ujar Jubir Kepresidenan Dino Patti Djalal di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (12/8/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut jadwal, para tokoh itu ada berada di Indonesia mulai 13 sampai 19 Agustus 2008. Selama itu mereka tidak hanya mengikuti pidato kenegaraan di DPR dan prosesi puncak peringatan HUT RI di Istana Merdeka, tapi juga berkunjung ke Aceh, kawasan industri Jababeka dan pertemuan dengan berbagi tokoh nasional.

Dino menjelaskan diundangnya 32 tokoh itu merupakan bagian dari soft power yang beberapa tahun belakangan dikembangkan Pemerintah RI. Targetnya dari langkah ini adalah menjalin hubungan dan membangun jaringan yang lebih berkualitas dengan komunitas internasional.

"Presedential friends of Indonesia programme ini merupakan usaha pemerintah mengedepankan soft power dalam berhubungan dengan negara lain dan mengembangkan networking di negara-negara sahabat," jelasnya.

Para tokoh itu antara lain berasal dari Afsel, AS, Australia, Azerbaijan, Belanda, Inggris, Jepang, Rusia, dan UEA. Pemilihan para opinion maker yang tidak seluruhnya sudah mengenal Indonesia itu dilakukan Kedubes RI di negara-negara bersangkutan.

"Kita ingin mereka masuk program itu untuk menjaga hubungan batinnya, dan orang yang sama sekali tidak kenal Indonesia perlu kita perkenalkan pada Indonesia," sambung Dino.

(lh/nrl)


Berita Terkait