Demikian kata Jubir Kepresidenan Dino Patti Djalal pada wartawan yang mencegatnya di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (12/8/2008).
"Beliau lebih mementingkan membaca SMS dari rakyat ketimbang mengurus surat itu. Karena surat itu merupakan urusan kecil dan kita terlalu banyak urusan penting, misalnya 17 Agustus," ujar dia.
Dino membenarkan surat tersebut tidak diteruskan ke SBY. Tapi Presiden sudah mendapat laporannya dari menteri teknis dan memahami garis besar apa yang dimintakan anggota Kongres AS bersangkutan.
Untuk penanganannya lebih lanjut menjadi tugas dari jajaran Deplu RI. Yaitu dengan cara menyampaikan informasi kondisi aktual dan obyektif ke semua pihak di luar negeri yang selama ini dipengaruhi kelompok anti Indonesia.
"Jadi memang ini tantangan diplomat kita di Washington agar para anggota Kongres AS paham perkembangan positif yang terjadi di Papua," imbuh Dino.
(lh/nrl)











































