"Mau oranye, jingga, nila atau belang-belang (zebra) terserah saja. Ini kan tidak diatur dalam undang-undang," kata Agung di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (12/8/2008).
Pria yang juga menjabat sebagai wakil ketua Partai Golkar ini menilai, selama ini, tahanan KPK yang tidak diberi baju khusus sebagai bentuk kekeliruan. Para tersangka itu, terlalu dimanjakan.
"Jadi bagus kalau pakai seragam. Ini juga supaya mempermalukan sehingga efek jeranya lebih kuat dengan diberi baju khusus dan diborgol," katanya.
Koruptor Dipenjara di Nusakambangan
Selain diberi baju khusus, para koruptor juga diusulkan ditahan di LP Nusakambangan. Ide ini pun didukung pria kelahiran 23 Maret 1949 itu.
"Kalau putusannya kelas berat, ya sah saja," ujarnya.
(ken/iy)











































