Demikian penuturan Andaryoko Wisnuprabu yang mengaku sebagai pejuang PETA, Supriyadi, ketika ditemui detikcom dan The Jakarta Post di rumahnya, Selasa (12/8/2008).
"Saat itu kan pagi-pagi sekali. Tidak mungkin ada penjual kain atau bambu. Akhirnya, kain putih diambilkan dari gordyn dan bambu jemuran sebagai tiang benderanya," katanya.
Andaryoko tidak ingat betul darimana kain merahnya. Namun ia yakin itu juga kain bekas. Bendera itu dijahit oleh Fatmawati.
Rencananya proklamasi akan dibacakan di Lapangan Ikada (sekarang Lapangan Monas, Jakarta). Namun ternyata lapangan tersebut diblokir tentara Jepang.
"Kurir yang dikirim Bung Karno menjelaskan, lapangan tersebut dipenuhi tentara Jepang. Ini artinya, info (rencana proklamasi) sudah bocor," jelasnya.
Akhirnya, pembacaan proklamasi dilakukan di halaman rumah Bung Karno, Jalan Pegangsaan Timur No 56. Microphone kecil yang dipakai dalam upacara itu adalah milik Bung Karno yang diambilkan dari radio. (try/djo)











































