Andaryoko: Naskah Proklamasi Dibuang ke Tempat Sampah

Misteri Supriyadi

Andaryoko: Naskah Proklamasi Dibuang ke Tempat Sampah

- detikNews
Selasa, 12 Agu 2008 12:59 WIB
Andaryoko: Naskah Proklamasi Dibuang ke Tempat Sampah
Semarang - Andaryoko Wisnuprabu, pria yang mengaku sebagai tokoh pemberontakan Pembela Tanah Air (PETA) Supriyadi, juga bercerita soal naskah proklamasi. Menurut Andaryoko, naskah asli proklamasi sempat dibuang ke tempat sampah.

Andaryoko menuturkan, naskah proklamasi tersebut ditulis oleh Bung Karno sekitar pukul 04.00 WIB, 17 Agustus 1945. Setelah selesai, Bung Karno kemudian memberikan naskah itu kepada para pemuda yang berkumpul di rumahnya, Jalan Pegangsaan Timur No 56. Naskah itu selanjutnya diketik oleh Sayuti Melik.

"Usai mengetik, Melik meremas-remas naskah (teks proklamasi yang ditulis Bung Karno) itu. Dia pikir kertas itu tidak diperlukan lagi, karena sudah ada naskah ketikan. Naskah itu dibuang ke tempat sampah," kata Andaryoko kepada detikcom dan The Jakarta Post di rumahnya, Selasa (12/8/2008).

Andaryoko menjelaskan, usai mandi, Bung Karno melihat ulang naskah proklamasi yang diketik Sayuti Melik. Lalu dia bertanya soal naskah aslinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Beruntung, naskah asli itu tidak dirobek. Hanya diremas sampai kumal. Setelah itu, naskah itu diseterika dan menjadi bagus lagi. Bung Karno mengantonginya dan sekarang disimpan di Arsip Nasional," ungkapnya panjang lebar. (Dalam versi yang lain, naskah dipungut dari tempat sampah oleh BM Diah dan baru diserahkan kepada Presiden Soeharto pada tahun 1992)
Sebelum bercerita soal naskah proklamasi, Andaryoko mengisahkan peristiwa 'penculikan' tokoh tua oleh pemuda. Bung Karno, Bung Hatta, dan tokoh lain dibawa ke Rengasdengklok.

Menurutnya, peristiwa itu bukan penculikan. "Saya tidak ngomong seperti itu. Peristiwa itu hanya negosiasi antara tokoh tua dan muda," demikian Andaryoko.

(try/djo)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini