Bahkan Gorbachev mencetuskan, tuduhan AS bahwa Rusia melakukan agresi di Georgia bukan cuma bentuk kemunafikan namun juka menunjukkan kurangnya rasa kemanusiaan.
"Dengan menyatakan Kaukasus, wilayah yang jaraknya ribuan mil dari dari benua Amerika sebagai area kepentingan nasionalnya, AS telah melakukan kesalahan serius," cetus Gorbachev seperti dimuat harian Washington Post dan dilansir AFP, Selasa (12/8/2008).
Menurut pemimpin terakhir Uni Soviet itu, Rusia tidak berupaya memperluas wilayahnya namun negara itu punya kepentingan sah atas wilayah Georgia.
Rusia mengerahkan tank-tank tempur dan pasukannya ke Ossetia Selatan pada Jumat, 8 Agustus lalu. Operasi itu sebagai respons atas serangan militer Georgia untuk merebut provinsi tersebut.
Presiden AS George W Bush telah mengingatkan Rusia untuk tidak menggulingkan pemerintahan Georgia yang pro-AS. Bush bahkan mengancam bahwa tindakan Rusia itu bisa membahayakan hubungan dengan AS dan Eropa.
(ita/iy)











































