Dicari, Desainer Seragam Koruptor

Dicari, Desainer Seragam Koruptor

- detikNews
Senin, 11 Agu 2008 19:51 WIB
Dicari, Desainer Seragam Koruptor
Jakarta - Komisi Pemberantasa Korupsi (KPK) tidak main-main dengan usulannya soal seragam buat koruptor. Agar rencana tersebut segera terealisasi, KPK membuka peluang lebar bagi masyarakat untuk berperan serta membuat desain seragam yang diharapkan bisa menjerakan para koruptor tersebut. "Itu bisa saja (peran masyarakat), tentunya kita tampung. Kita ambil kriteria dari aspek kesopanan saat sidang, dan aspek aspek lain yang bisa menimbulkan rasa jera," ujar Wakil Ketua KPK bidang Pencegahan M Jasin di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (11/8/2008). Jasin mengatakan, pengadaan baju ini tidak perlu ditunda. Ia berharap, sebelum pergantian tahun, pengadaan seragam khusus koruptor ini sudah bisa dilaksanakan. "Kita ambil (dananya) dari pencegahan," kata Jasin. KPK, lanjut pria bergelar doktor ini juga yakin, pengadaan seragam ini tidak melanggar HAM. "Tulisannya kan tidak koruptor, tapi mungkin tahanan, atau tersangka korupsi. Kalau koruptor yang sudah inkrach. Kalau dalam persidangan kan kasusnya masih berlanjut," tutur Jasin. Tidak Ditenderkan KPK tidak akan menenderkan pengadaan seragam khusus koruptor. Karena pengadaan seragam khusus koruptor ini nilainya diperkirakan kurang dari Rp 50 juta. Menurut ketentuan, tender baru dilakukan setelah nilai barang diatas Rp 50 juta rupiah. "Itu tidak perlu ditenderkan. Kalau kita beli bal-balan di Bandung, saya kira lebih murah karena nilainya kurang dari Rp 50 ribu," jelas Jasin. KPK, menurut Jasin juga masih memikirkan, kapan saja seragam tersebut dipakai. "Untuk aspek legal, ini kekuasaan kehakiman. Pokoknya Kepala Biro Hukum kita suruh membuat laporan tanggal 14 Agustus dari aspek legalnya, prosedurnya gimana, itu koordinasi dengan kehakiman," jelas Jasin. Pimpinan KPK sepakat, pengadaan seragam ini akan terus dilanjutkan. Namun KPK Belum membentuk desain dan warna baju koruptor tersebut. (anw/gah)


Berita Terkait