"Istri dan saya telah pergi untuk tinggal di Inggris," kata Thaksin dalam statemen seperti dilansir Sydney Morning Herald, Senin (11/8/2008).
"Jika saya masih punya keberuntungan, saya akan kembali dan meninggal di tanah air Thai seperti semua orang Thai lainnya," ujar Thaksin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Apa yang terjadi pada keluarga saya dan saya adalah seperti buah dari pohon beracun: buahnya juga akan beracun. Ada kediktatoran yang terus berlangsung dalam pengaturan politik Thai yang diikuti oleh campur intervensi pada sistem peradilan," demikian pernyataan Thaksin.
Thaksin dan istrinya, Pojaman, seharusnya datang ke pengadilan pagi tadi terkait kasus korupsi yang dituduhkan pada mereka. Namun keduanya tidak muncul.
Pasangan itu meninggalkan Thailand pekan lalu setelah pengadilan memberikan izin untuk menghadiri pesta olahraga dunia Olimpiade di Beijing, China. Namun mereka diharuskan untuk melapor pada Senin, 11 Agustus ini.
Media-media Thai memberitakan, Thaksin dan Pojaman bertolak dari China ke Inggris. Di negara itu, Thaksin memiliki sejumlah properti dan klub sepakbola Manchester City.
Thaksin telah mengasingkan diri di Inggris setelah kekuasaannya digulingkan dalam kudeta militer tahun 2006. Dia kembali ke Thailand awal tahun ini untuk menghadapi tuduhan korupsi terhadap dirinya.
(ita/nrl)











































