Demikian disampaikan juru bicara Kementerian Dalam Negeri Georgia Shota Utiashvili. Gempuran itu terjadi tidak lama setelah Menteri Luar Negeri Prancis Bernard Kouchner tiba di Georgia untuk misi mediasi.
"Ada dua pengeboman. Satu di markas militer Kojori dan lainnya di Mt. Makhata. Sejauh yang saya tahu tidak ada korban," kata Utiashvili kepada Reuters, Senin (11/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rusia yang pasukannya saat ini menguasai Tskhinvali, ibukota South Ossetia, menuntut penarikan mundur tanpa syarat dari Georgia.
Diserang Rusia, pemerintah Georgia telah meminta pemerintah AS untuk campur tangan. Presiden AS George W Bush mengutuk keras operasi militer yang dilancarkan Rusia. "Saya katakan kekerasan ini tidak bisa diterima," kata Bush yang mengaku telah menyampaikan hal itu kepada Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin. (ita/iy)











































