Mereka pun mendatangi kantor PT DPS di Gedung Menara Era, Jl Senen Raya, Jakarta Pusat, Senin (11/8/2008).
Salah satu korban bisnis ini adalah Lisa (29), warga Manggarai, Jakarta Pusat. Dia mengaku telah menyetorkan uang sebanyak Rp 32 juta pada Januari. Dia dijanjikan mendapatkan kembalian uang Rp 40 juta pada bulan Mei.
"Tapi hingga saat ini baru Rp 1,5 juta yang baru masuk ke rekening saya dan uang pokok (Rp 32 juta) tidak kunjung kembali," keluhnya.
Iming-iming PT DPS yang termuat di brosurnya menyebutkan, setiap nasabah yang menyetor uang akan mendapatkan pengembalian uang sekian persen tergantung paket. Paket dimulai dari silver, gold dan platinum dan eksekutif. Minimal penyetoran uang Rp 2 juta hingga 32 juta. Nantinya per lima bulan mereka akan mendapatkan bunga dari US$ 2,5 dolar hingga US$ 42 dolar per hari tergantung paket.
Namun karena setoran seret, nasabah beramai-ramai mendatangi PT DPS. Tapi para nasabah terkaget-kaget karena kantor PT DPS yang berada di lantai 2 Menara Era telah kosong.
"Menurut orang yang memprospek saya di Jakarta ada 2.000 nasabah. Ya kalau ditotal tinggal dihitung saja, satu orang setor Rp 20 juta dikalikan 2.000 nasabah total kerugiannya mencapai miliaran rupiah," jelas Lisa.
Kecewa tak bisa menemui bos PT DPS, para nasabah menjarah barang yang ada di kantor seperti printer, water heater, meja, kursi, lukisan dan sebagainya.
Namun aksi penjarahan ini tak lama kemudian distop polisi dari Polsek Senen sehingga. Nasabah diminta untuk mengembalikan barang-barang tersebut.
(nik/nrl)











































