"Nggak ada masalah. Karena masalah bersama seperti teroris, pencucian uang, dan korupsi sudah menjadi masalah internasional. Jadi nggak masalah," ujar pengamat intelijen Wawan Purwanto ketika dihubungi detikcom, Minggu (10/8/2008).
Apalagi, imbuhnya, kalau penyadapan itu bisa menguak sel jaringan teroris itu sendiri. "Karena dia klandestin, alias-alias saja sudah banyak. Telepon sudah banyak ganti.Β Mereka cenderung pada kurir," ujar dia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kewenangan penyadapan diizinkan tujuannya untuk perlindungan publik yang lebih luas, selama itu dipertanggungjawabkan, nggak apa-apa," urai dia.
FBI yang sudah meminta maaf, patut diapresiasi. "Hanya persoalannya jangan sampai itu terulang lagi. Tentu dengan alat yang lebih canggih agar tidak mudah disadap, seperti scrambler. Yang penting kesetaraan. Jangan kita didikte atau underbow. Agar pihak luar juga memperhitungkan kita," tandas Wawan. (nwk/nrl)










































