"Patut kita sesalkan karena itu merupakan bentuk intervensi terhadap urusan dalam negeri negara lain, yang tentu akan menjadi preseden buruk dalam hubungan internasional," kata Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin.
Din menyampaikan hal itu usai menjadi pemateri dalam diskusi dan peluncuran buku 'Saatnya Muslim Bicara' di Graha Nandhika Sucofindo, Jl Raya Pasar Minggu, Jakarta, Minggu (10/8/2008).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kasus ini bukan yang pertama," ujar Din.
Secara pribadi Din juga menyesalkan adanya surat tersebut. Meski demikian, lanjut Din, rakyat Indonesia tidak perlu menanggapinya dengan berlebihan dan jangan sampai terpengaruh.
"Untuk kasus ini saya kira kita cuek saja. Dengan sikap egepe saja lah, emang gue pikirin," kata Din sambil senyum.
"Kita tahu, itulah perangai AS yang merasa sebagai negara besar, sehingga kemudian merasa bisa mendikte," pungkasnya. (sho/nwk)











































