Dari informasi yang diperoleh detikcom, tawuran disulut dendam antara dua kelompok tersebut. Beruntung warga setempat segera melaporkan peristiwa itu kepada jajaran Polres Kota Cirebon.
Kedatangan polisi membuat para anggota dua kelompok yang sedang adu kekuatan itu lari kocar-kacir. Bahkan, 2 orang anggota geng motor bersembunyi di rawa-rawa hingga di atap rumah warga. Aksi kejar-kejaran polisi dengan anggota geng motor terjadilah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain ketiga orang itu, polisi pun menciduk anggota geng lainnya yaitu Syarif (19), warga Desa Tegalsari Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon, dan Affandi (18), warga Desa Trusmi Kabupaten Cirebon.
Jaelani mengaku membawa sebilah samurai untuk membalas dendam. "Beberapa waktu lalu, bersama teman-teman, saya dirampok geng motor. Karenanya, saya ingin membalas dendam," tutur Jaelani di Mapolres Kota Cirebon.
Menurut Kapolres Kota Cirebon AKBP Drs Mashudi, pihaknya tetap akan memberantas terhadap segala aksi kekerasan yang dilakukan geng sepeda motor. "Saat ini, kami masih melakukan pemeriksaan. Khusus yang membawa senjata tajam, kami tetap memprosesnya secara hukum. Sedangkan sepeda motor mereka, kami kenakan tilang selama satu bulan," tandas Mashudi. (nwk/nwk)











































