"Eksistensi negara Georgia di bawah ancaman. Semua pemboman ini ditujukan untuk menimbulkan panik. Georgia ingin damai, cuma itu," ujar Saakashvili di TV nasional seperti dilansir dari AFP, Senin (11/8/2008).
Dia pun berharap AS bisa menengahi konflik perang terbuka dengan negara tetangganya itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada dasarnya, ini bukan tentang Georgia lagi. Ini tentang nilai-nilai dasar kemanusiaan, dari nilai AS yang selalu kita percayai. Ini semua tentang tatanan dunia baru di masa depan," imbuhnya.
Saakashvili pun sangat yakin, kekuatan diplomatik AS bisa membuat Georgia keluar dari perang ini.
"Saya pikir AS negara yang paling adidaya di dunia. Saya pikir AS punya daya gugah, dan saya pikir banyak alat diplomatik yang bisa dilakukan untuk menyelesaikan hal ini," tandas Saakashvili. (nwk/sho)










































