M. Thalib-Abu Jibril Jadi Amir & Wakil Amir Mujahidin

M. Thalib-Abu Jibril Jadi Amir & Wakil Amir Mujahidin

- detikNews
Minggu, 10 Agu 2008 21:37 WIB
Yogyakarta - Ustad Drs Muhammad Thalib dan Abu Jibril Abdurrahman terpilih menjadi Amir dan Wakil Amir Mujahidin periode 2008-2013. Sedang pimpinan harian Tanfidziyah Majelis Mujahidin tetap dijabat Irfan S. Awwas dan M. Shobbarin Syakur.

Kepemimpinan Majelis Mujahidin berdasarkan keputusan hasil kongres tetap beranggotakan tujuh orang. Satu di antara tujuh orang itu bertindak sebagai Ketua/Amir Mujahidin.

Keputusan hasil kongres itu dibacakan oleh ketua panitia Kongres Mujahidin 3, Dr Harun Rasyid, Sp.B.Mars di gedung Mandala Bakti Wanitatama, Jl Laksda Adisucipto Yogyakarta, Minggu (10/8/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Komposisi ahlul halli wal aqdi dan lajnah tanfidziyah Majelis Mujahidin dipimpin oleh Ustad Muhammad Thalib dan Irfan S. Awwas. Sedang wakil amir IΒ  dijabat oleh Ustad Abu Jibril Abdurrahman. Wakil Amir II dan III dijabat oleh Ustad Kamaluddin Iskandar dan KH Najib Ahjad. Katib Aam dan wakil katib Aam dijabat oleh Drs Nashruddin Salim, SH, MH dan Drs Farid Ma'ruf. Sedang Baitul Maal dijabat oleh Drs Orde Jauhary, MSc dan Dr H. Irfianda Abidin SE, MBA.

"Pimpinan harian tanfidziyah Majelis Mujahidin adalah Irfan S. Awwas dan sekretaris Shobbarin Syakur," kata Harun.

Dalam kongres selama 2 hari itu, Majelis Mujahidin mengeluarkan 9 rekomendasi.
Ke sembilan butir rekomendasi itu menyangkut masalah kepemimpinan nasional, ekonomi, moral, agama, pendidikan, perburuhan, perempuan, hukum dan kemiskinan.

Mengenai kepemimpinan nasional, kongres merekomendasikan agar kepemimpinan nasional harus mempunyai komitmen terhadap pelaksanaan Syariah Islam dan menjadi contoh tauladan dalam melaksanakan tugasnya. Pemerintah juga perlu melakukan fit and proper test terhadap capres dan cawapres.

Sedang mengenai agama, kongres meminta pemerintah melaksanakan fatwa MUI untuk membubarkan Ahmadiyah dan segera menindak seluruh aliran sesat yang menistakan
agama Islam. (bgs/nwk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads