HTI Medan Kecam Intervensi AS Soal OPM

HTI Medan Kecam Intervensi AS Soal OPM

- detikNews
Minggu, 10 Agu 2008 17:35 WIB
Medan - Sekitar 100 aktivis Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) melakukan demonstrasi ke kantor Perrwakilan Konsulat Amerika Serikat (AS). Mereka menuntut Kongres AS meminta maaf kepada pemerintah Indonesia terkait permintaan pembebasan tokoh Organisasi Papua Merdeka (OPM).

Ketua DPD HTI Sumut, Irwan Said Batubara menyatakan, surat Kongres AS mengenai permintaan pembebasan dua tokoh OPM yaitu Filep Karma dan Yusak Pakage adalah bentuk intervensi AS terhadap pemerintah Indonesia.

"Bila Kongres AS meminta pemerintah membebaskan tokoh OPM, berarti AS mendukung keberadaan OPM," kata Irwan di Depan kantor konsulat AS di Jl Walikota, Medan, Sumatera Utara Minggu (10/8/2008).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk itu, HTI meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tetap melaksanakan menjatuhkan sanksi sesuai hukum yang berlaku di Indonesia dan tidak terpengaruh dengan intervensi pihak asing.

"Dua tokoh OPM secara terang-terangan pengibarkan Bendera Bintang Kejora di Lapangan Trikora, Abepura, Papua pada 1 Desember 2004 lalu. Harus ada sanksi tegas. Bila tidak, Republik Indonesia tidak berwibawa di mata dunia," sebut Irwan.

Aksi ratusan massa HTI mendapat pengawalan ekstra ketat dari personil Poltabes Medan. Untuk menghindari kerusuhan, Poltabes Medan mengerahkan tiga pasukan 3 SSK (Satuan Setingkat Kompi).

Sementara Konsul Amerika Serikat di Medan Sean B. Stein mengatakan, pernyataan 40 anggota Kongres AS tidak mencerminkan kebijakan pemerintah AS.
"Pernyataan itu bukan sebagai kebijakan pemerintah Amerika Serikat. Pernyataan tersebut hanyalah pemikiran kongres dan pikiran anggota secara pribadi," kata Sean.
(rul/rdf)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads