"Jadi bukan mendarat darurat dan ban pecah," kata Humas Garuda Indonesia Pudjobroto dalam pesan singkatnya kepada detikcom, Jumat (8/8/2008).
"Tapi karena pengereman maksimal itu, maka sistem pengamanan pada ban, menjadikan ban kempes saat pesawat berhenti. Jadi bukan pecah," lanjutnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi pesawat B 737-400 itu, kata Pudjobroto, sedang diperiksa untuk mengetahui kemungkinan kerusakan.
Sebelumnya, pesawat ini akan terbang ke Jakarta pukul 17.00 Wita. Namun akibat insiden ini, pesawat harus diperbaiki terlebih dulu.
(ken/ken)










































